DETERMINAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS DUKUHWARU SLAWI

Uswatun Insani, Evi Supriatun

= https://doi.org/10.26753/jikk.v16i2.471
Abstract views = 154 times | views = 18 times

Abstract


Abstrak

Kehamilan dengan resiko tinggi dapat terjadi pada ibu hamil dengan berbagai macam karakteristik. Salah satu resiko tinggi pada kehamilan adalah keadaan ibu dengan peningkatan tekanan darah selama kehamilannya atau yang biasa disesbut dengan preeklampsia atau PIH (Pregnancy Induced Hypertension). Keadaan ini merupakan salah satu bentuk kegawatdaruratan kehamilan yang beresiko tidak hanya kepada ibu dan juga janinnya jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Keadaan preeklampsia ini bisa terjadi karena faktor dari ibu dan juga faktor bayi yang dikandungnya. Pentingnya memahami penyebab preeklampsia pada ibu hamil akan dapat membantu ibu dan keluarga untuk bisa beradaptasi dengan keadaan kehamilannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik ibu hamil dengan preeklampsia di sebagai kehamilan dengan resiko tinggi. Penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus untuk mengidentifikasi terkait penyebab preeklampsia yang dialami oleh ibu hamil. Hasil dari penelitian ini dijumpai faktor yang mempengaruhi terjadinya preeklampsia yaitu usia ibu, jarak kehamilan terlalu dekat dan terlalu jauh, pekerjaan ibu hamil, adanya riwayat keturunan, stressor yang dihadapi ibu hamil dan ibu hamil dengan golongan darah O serta kehamilan gemelli/kembar. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa satu ibu hamil dengan preeklampsia bisa memiliki beberapa faktor resiko penyebab terjadinya preeklampsia, tidak hanya satu faktor penyebab. Pentingnya mengetahui penyebab preeklampsia dan adanya dukungan keterlibatan keluarga sebagai sumber kekuatan bagi ibu hamil dengan preeklapsia memungkinkan adanya perawatan yang lebih baik untuk ibu dan bayinya serta mengurangi akibat lanjut preeklampsia.

 

Kata kunci : penyebab, preeklampsia, ibu hamil


Full Text:

PDF

References


VI. DAFTAR PUSTAKA

Armagustini, Y. (2010). Determinan Kejadian Komplikasi Persalinan di Indonesia (Analisis Sekunder SDKI 2007) (Doctoral dissertation, Tesis. Program Pasca Sarjana FKM UI. Depok).

Burgess, A., Johnson, T. S., Simanek, A., Bell, T., & Founds, S. (2019). Maternal ABO Blood Type and Factors Associated With Preeclampsia Subtype. Biological Research for Nursing, 21(3), 264-271

Bothamley, J., & Boyle, M. (2020). Medical Conditions Affecting Pregnancy and Childbirth. Routledge.

Bouzaglou, A., Aubenas, I., Abbou, H., Rouanet, S., Carbonnel, M., Pirtea, P., & Ayoubi, J. M. B. (2020). Pregnancy at 40 years Old and Above: Obstetrical, Fetal, and Neonatal Outcomes. Is Age an Independent Risk Factor for Those Complications?. Frontiers in Medicine, 7.

Creswell, J. W. (2013). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (3 rd ed.). Thousand Oaks, CA London: Sage.

De Souza Rugolo, L. M. S., Bentlin, M. R., & Trindade, C. E. P. (2011). Preeclampsia: Effect on The Fetus and Newborn. Neo Reviews, 12(4), e198-e206.

Direkvand-Moghadam A, Khosravi A, Sayehmiri K (2012). Predictive Factors for Preeclampsia in Pregnant Women: A Unvariate and Multivariate Logistic Regression Analysis. Acta Biochim Pol. 2012;59(4):673–7

Elmugabil, A., Rayis, D. A., Ahmed, M. A., Adam, I., & Gasim, G. I. (2016). O Blood Group as Risk Factor for Preeclampsia among Sudanese Women. Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences, 4(4), 603.

Ferreira, M. B. G., Silveira, C. F., Silva, S. R. D., Souza, D. J. D., & Ruiz, M. T. (2016). Nursing Care for Women with Pre-Eclampsia and/or Eclampsia: Integrative Review. Revista da Escola de Enfermagem da USP, 50(2), 324-334.

Fernandes, A., Sanga, F., Gero., S (2017). The Role Of Husband In Assisting Wife Who Suffer Anemia In Pragnancy. Jurnal Kesehatan Masyarakat. KEMAS 13 (1) (2017) 28-34. http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/kemas.

Hussein, K. S. (2020). Hyperemesis Gravidarum in First-Trimester Pregnant Saudi Women: Is Helicobacter pylori a Risk Factor?. Frontiers in Physiology, 11.

Kementerian Kesehatan RI. (2018). Laporan Nasional Riskesdas 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Khowaja, Asif Raza, Rahat Najam Qureshi, Sana Sheikh, Shujaat Zaidi, Rehana Salam, Diane Sawchuck, Marianne Vidler, Peter von Dadelszen, and Zulfiqar Bhutta. "Community’s Perceptions of Pre-eclampsia and Eclampsia in Sindh Pakistan: a Qualitative Study." Reproductive Health 13, no. 1 (2016): 39-44.

Kumari, N., Dash, Kusum., Singh, Roopam (2016). Relationship between Maternal Age and Preeclampsia. IOSR Journal of Dental and Medical Sciences (IOSR-JDMS). Volume 15, Issue 12 Ver. VIII. PP 55-57. www.iosrjournals.org.

Kusumawardani, N., Dharmayanti, I., & Hapsari, D. (2014). Faktor-faktor yang Berpengaruh terhadap Risiko Kehamilan 4 Terlalu (4-t) pada Wanita Usia 10-59 Tahun (Analisis Riskesdas 2010). Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 24(3), 20708.

Lei, H., Zhiling, Y., Kailong, L., Juaquan, Z., Hongmei, L., & Jian, L. Z. (2014). Antepartum or Immediate Postpartum Renal Biopsies in Preeclampsia of Pregnancy: New Morphologic and Clinical Findings. Int J Clin Exp Pathol, 7(8), 5129-5143.

Maharani Sundari, P. (2017). Hubungan Hiperemesis Gravidarum Dengan Preeklampsia Di Rumah Sakit Umum Dewi Sartika Kendari Tahun 2016 (Doctoral dissertation, Poltekkes Kemenkes Kendari).

Nawaz, M., Rishma, S. G. A., Khan, A., & Shams, S. (2020). Frequency of Hyperemesis Gravidarum and Associated Risk Factors Among Pregnant Women. JPMA. The Journal of the Pakistan Medical Association, 70(4), 613-617.

Permenkes, R. I. (2014). Peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2014 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Menteri Kesehatan Republik Indonesia, 3-23.

Powe C E, Levine R J, Karumachi S A (2011). Preeklampsia, a Disease of the Maternal Endothelium The Role of Antiangiogenic Factors and Implications for Later Cardiovascular Disease. Circulation. 123:2856-2869.

Robson, Jason W, Elizabeth S. 2012. Patologi pada Kehamilan. Jakarta: EGC.

Sandelowski, M. (2010). What's in a name? Qualitative Description Revisited. Research in Nursing & Health, 33(1), 77-84.

Shamsi, U., Saleem, S., Nishter, N., & Ameen, A. (2013). Epidemiology and Risk Factors of Preeclampsia; an Overview of Observational Studies. Al Ameen J Med Sci, 6(4), 292-300.

Shayan, A., Sourinejad, H., Refaei, M., Masoumi, S. Z., Tapak, L., & Soltani, F. (2019). Predictors of Preeclampsia Based on a 10-Year Case-Control Study. Journal of Family & Reproductive Health, 13(1), 14.http://jfrh.tums.ac.ir

Trisari, D., Kurniawati, D., & Perdani, P. (2020). Correlation Between Pregnant Physical Activity With Preeclampsia In Working Area Of Tempurejo Public Health Center, Jember. Jurnal Ilmu Keperawatan : : Journal of Nursing Science, 7(2), 112-122.

Wilda, Y. (2020). Dampak Perilaku Makan Terhadap Kejadian Pre Eklamsia pada Ibu Hamil. 2-Trik : Tunas - Tunas Riset Kesehatan, 10(2), 72-79. http://dx.doi.org/10.33846/2trik10201.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View JIKK Stats

This journal (p-ISSN:1858-0696; e-ISSN:2598-9855) is licensed under

a Creative Commons Attribution 4.0 International License

Creative Commons License

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Gombong

Address: Jl. Yos Sudarso No.461 Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah 54412.

Phone: (0287) 472433 | Email: jikkstimugo@gmail.com