HUBUNGAN TRIASE PASIEN DENGAN KONDISI PSIKOLOGIS KELUARGA DI UNIT GAWAT DARURAT

Arnika Dwi Asti, Nafahima Jaisyan, Tri Sumarsih, Irmawan Andri Nugroho

= https://doi.org/10.26753/jikk.v16i1.467
Abstract views = 186 times | views = 21 times

Abstract


Latar Belakang : Kondisi psikologis keluarga meliputi kecemasan, depresi, dan stres sangat mungkin terjadi saat ada anggota keluarga yang sakit dan harus dirawat di Rumah Sakit. Perubahan psikologis ini akan sangat terlihat saat pasien masuk ke Unit Gawat Darurat (UGD) dan kemungkinan dipengaruhi oleh penggolongan triase pasien. Perubahan psikologis keluarga di UGD akan berpengaruh pada dukungan dan keputusan keluarga dalam proses perawatan pasien.

Tujuan: Mengidentifikasi hubungan triase pasien dengan tingkat kecemasan, depresi, dan stres keluarga pasien di UGD.

Metode: Ini merupakan penelitian deskriptif  korelatif dengan metode kuantitatif dan pendekatan non eksperimen. Sebanyak 30 responden diambil dengan  teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner DASS (Depression Anxiety Stress Scale). Data dianalisis menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan korelasi Pearson Chi Square.

Hasil : Terdapat 16 pasien (53,3%) yang masuk dalam triase zona hijau. Sebanyak 13 keluarga (43,3%) menunjukkan kecemasan sedang, sebanyak 12 keluarga (40,0%) mengalami stres ringan dan  sebanyak 20 keluarga (66,7%) mengalami depresi normal. Hasil penghitungan Chi-Square menunjukkan hubungan yang bermakna antara triase pasien dengan kecemasan keluarga sebesar p=0.00 (p<0.05), triase pasien dengan stress keluarga sebesar p=0.00 (p<0.05) dan triase pasien dengan depresi keluarga sebesar p=0.01 (p<0.05).

Kesimpulan: Triase pasien di UGD memiliki hubungan dengan kondisi psikologis keluarga. Semakin baik kondisi triase pasien, semakin baik pula kondisi psikologis keluarga.

Rekomendasi: Penting bagi perawat untuk melakukan asuhan keperawatan secara holistik termasuk memenuhi kebutuhan keluarga pasien di UGD agar kondisi psikologis keluarga pasien tetap terjaga baik sehingga keluarga mampu memberi keputusan perawatan pasien dengan baik.

Full Text:

PDF

References


Ali, Z. (2014). Pengantar Keperawatan Keluarga. Jakarta: EGC.

Annisa, K. N. (2014). Gambaran Tingkat Kecemasan Keluarga Pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Panembahan Senopati Bantul. Skripsi.

Dicle, A., & Firat, M. Z. (2016). Psychometric properties of the critical care family needs inventory-emergency department. Applied Nursing Research, 33,113–120. https://doi.org/10.1016/j.apnr.2016.11.001

Elias, Y. dkk. (2013). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kecemasan Keluarga Pasien di Ruang High Care Unit (HCU) Rumah Sakit Immanuel Bandung. Skripsi.

Ghazavi, Z., Feshangchi, S., Alavi, M., & Keshvari, M. (2016). Effect of a Family-Oriented Communication Skills Training Program on Depression , Anxiety , and Stress in Older Adults : A Randomized Clinical Trial. 5(1), 1–8. https://doi.org/10.17795/nmsjournal28550

Hasana, Juswantri. (2019). Pengaruh Komunikasi Terapeutik Terhadap Stres Keluarga Pasien di IGD RSDU Arifin Achmad Provinsi Riau. Public Health Journal, Vol.6 No. 1.

Hayaturrahmi, Halimuddin. (2018). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kecemasan Keluarga Pasien di IGD . JIMFKEP Vol. III No. 3, 3.

Hsiao, P.-R., Redley, B., Hsiao, Y.-C., Lin, C.-C., Han, C.- Y., & Lin, H.-R. (2016). Family Needs of Critically Ill Patients in the Emergency Department. International Emergency Nursing. https://doi.org/10.1016/j.ienj.2016.05.002

Kaplan, H.I & Saddock, B.J. (2007). Sinopsis Psikiatri Ilmu Pengetahuan Perilaku Psikiatri Klinis. 10th ed. Jakarta: Bina Rupa Aksara

Kartikawati. (2011). Buku Jaringan Dasar-Dasar Keperawatan Gawat Darurat. Jakarta: Salemba

Klinger, A. M. (2014). Generalized Anxiety Disorder. Journal of the American Academy of Physician Assistant.

Mardianingsih, A. (2017). Gambaran Kecemasan keluarga pasien di IGD RSUD Wates Kulon Progo. Yogyakarta: Stikes Jendral Ahmad Yani. Skripsi.

Mega, P. G. (2017). Hubungan Respon Time Perawat Dengan Tingkat Kecemasan Keluarga Pasien di Triage Merah (Prioritas 2) Rumah Sakit Umum Daerah Dr.Moewardi. Stikes Kusuma Husada. Skripsi.

Saputra, I Gusti G. Adi, (2018). Gambaran Mental Emosional pada Orang Tua yang anaknya dirawat di IGD RSUP Prof. Dr.R. D. Kandau Manado Jurnal e-Clinic (eCl).Volume 6, Nomor 1.

Rahayu, K.I.N (2016). Hubungan antara Komunikasi Terapeutik dengan Tingkat Kecemasan Keluarga Pasien di ICU, Journal of Nursing Care And Biomolecular, FIK Universita Kediri

Shukrya KM, Jasim A, Akell W, Sabah A. Prevalence and levels of depression among parent of children with Cancer in Basrah, Iraq. SQU Medical Journal. 2016;16(3): 329-340.

Tambengi, H, Mulyadi, Kallo, V. (2017). Hubungan waktu tunggu dengan kecemasan pasien dengan kecemasan pasien di IGD RSU GMIM PancaranKasih Manado. e-jurnal keperawatan , vol. 5, No. 1, Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Manado

Tulay, Y., & Zeynep, O. K. (2018). Needs of Critically Ill Patients’ Relatives in Emergency Departments. Nursing and Midwifery Studies, 7, 33–38. https://doi.org/10.4103/nms.nms

Hasana, Juswantri. (2019). Pengaruh Komunikasi Terapeutik Terhadap Stres Keluarga Pasien di IGD RSDU Arifin Achmad Provinsi Riau. Public Health Journal, Vol.6 No. 1.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View JIKK Stats

This journal (p-ISSN:1858-0696; e-ISSN:2598-9855) is licensed under

a Creative Commons Attribution 4.0 International License

Creative Commons License

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Gombong

Address: Jl. Yos Sudarso No.461 Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah 54412.

Phone: (0287) 472433 | Email: jikkstimugo@gmail.com